Rabu, 23 Desember 2015

#ROH 16 : Browsing for Inspiration

Biasanya kalau butuh sesuatu yang dapat menginspirasi serta membangun kembali mood saya tapi lagi enggak bisa fokus pada satu hal tertentu, seperti saat menonton film atau membaca buku, saya memilih untuk browsing. Mulai dari membaca pengalaman hidup orang lain, mencari ide kreatif untuk membuat sesuatu, atau sekedar melihat foto - foto lucu yang dapat memanjakan mata saya, semua itu udah cukup untuk membuat saya merasa excited dan kembali bersemangat dalam sekejap. Disini saya mau berbagi beberapa blog dan website yang biasanya menjadi referensi saya di saat sedang bosan atau butuh ide baru. Beberapa dari mereka ada yang udah saya ikuti sejak beberapa tahun, ada juga yang baru saya ikuti belakangan ini.

• WishWishWish •
Dulu saya tipe pembaca yang lebih menyukai fashion blog ketimbang jenis blog lain. Namun semenjak dua tahun belakangan ini saya jauh lebih menikmati photography, traveling, craft, and personal blog. Bahkan beberapa blog fashion yang dulunya sempat saya cek setiap harinya, sekarang malah udah enggak pernah dikunjungi lagi karena saya yang sekarang sudah merasa jenuh dengan konten blog mereka yang menurut saya kurang variatif, alias hanya memposting foto - foto outfit atau yang berhubungan dengan fashion aja.But this blog which is owned by Carrie Harwood, is the exception. Selain karena style-nya yang sesuai dengan selera saya yaitu simple yet fashionable, salah satu hal yang membuat blog ini enggak bosan dilihat adalah cara Carrie memvariasikan konten blognya. Meskipun isi blognya tetap didominasi oleh postingan outfit, tetapi dengan diselingi foto - foto lainnya (misal, makanan atau kondisi tempat pengambilan foto saat itu) membuat blog ini jadi enggak monoton. Satu hal lagi yang bikin saya setia jadi pembaca blog WishWishWish selama hampir lima tahun adalah tips traveling yang diberikan Carrie, yang pasti selalu menjadi salah satu referensi saya saat membuat itinerary.




Unlike any other fashion brand, Urban Outfitters (UO) has much more to offer than just selling cute clothes, shoes and bags. Mungkin enggak banyak dari kalian yang familiar dengan brand ini karena mereka enggak membuka cabang di Indonesia. Tapi bagi kalian yang udah pernah mengunjungi salah satu toko mereka, pasti paham betapa menggemaskannya seisi toko ini. Selama di UK dulu, setiap kali saya mau window shopping atau lagi memasuki waktu sale (karena harga - harganya yang overpriced, saya jarang banget beli disini. Itu pun saat lagi sale aja. HAHA. Maklum, mahasiswa kere :p), salah satu toko yang pasti saya kunjungi selain Topshop adalah UO. Bukan hanya rak pakaiannya yang bikin saya mupeng, terlebih lagi bagian home & apartment decor yang menjadi godaan terbesar dan membuat saya betah berlama - lama disanaDan setahun belakangan ini saya baru menemukan hal lainnya yang membuat saya semakin jatuh cinta sama UO, yaitu blog-nya yang sangat menarik dan inspiratif dengan variasi pembahasannya mulai dari ide untuk mendekorasi apartemen, profil orang - orang kece versi UO, crafting ideas, resep makanan, roadtrip diaries, hingga rekomendasi film dan musikSiap - siap aja "kalap" membuka banyak new tab saat mengunjungi blog ini!




• Local Milk 
There's always something intriguing about food bloggers. Pengalaman saya memasak atau membuat kue dengan resep sederhana aja udah cukup menghabiskan waktu dan menguras tenaga. Di sisi lain, menjadi food photographer pun juga enggak kalah melelahkan karena biasanya membutuhkan beberapa kali foto sampai mendapatkan angle yang tepat. Dan para food bloggers ini melakukan keduanya secara bersamaan! Belum lagi setelah itu harus menulis di blog mereka tentang resep dan cerita dibaliknya. Makanya ini juga yang membuat saya kagum dengan para food bloggers, karena jiwa multitasking yang dimiliki mereka. Especially for Beth Kirby; a writer, poet, chef, photographer and stylist behind Local Milk; I adore her more than any other food bloggersNot only for her natural talent for styling the table (she's apparently a home and flower stylist too!), but also her life philosophy. Cara Beth menyampaikan perasaannya dan menceritakan kehidupannya, kemudian mengaitkannya dengan resep yang ia buat adalah salah satu alasan mengapa dia tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan para food blogger lainnya, dan bahkan food celebrity seperti Martha Stewart atau Rachael Ray.



"It’s in those moments most of all that I have to sink my hands into the earth and hang on. Because whether I’m falling or breaking, I can’t lose sight of that very basic truth: the show must go on. That’s the thing. Empires rise. Cities burn. And at any given point we might be on the seemingly winning or losing side. But while we’re alive we have to get on with the business of living. Eating. Loving. Dishes. Work. The world doesn’t stop for us; it doesn’t heed our little novels. It spins like mad, and you can either plant your feet or get flung into space. I’ve done both. I prefer my feet on the earth. So, banana bread. Bake it. Whether you have calm seas or chaos."
          Beth Kirby


• Kinfolk 
Entah pengaruh usia, lingkungan atau pengalaman yang telah saya lalui, yang jelas semakin kesini semakin banyak perubahan makna dan cara pandang saya terhadap kehidupan yang ingin saya jalani. Salah satunya yang sudah sempat saya sharing disini adalah tentang perubahan pola hidup yang membuat saya lebih aware dalam memilih makanan yang masuk ke dalam tubuh saya; dan juga perubahan makna kebahagiaan yang saya dapatkan dengan melakukan hal - hal menyenangkan dan berada di sekitar orang - orang yang membawa energi positif bagi saya. Selain kedua hal tersebut, saya juga semakin tertarik untuk menjalankan konsep slow living.Sebuah cara untuk menjalani hidup dengan lebih mementingkan kualitas; baik kualitas hidup kita sendiri, maupun orang - orang, makhluk hidup dan lingkungan di sekitar kita. Salah satunya adalah dengan menjadi orang yang mindful ketika melakukan atau memutuskan segala sesuatunya. "Slow living means slowing down and thinking twice before you do something. We are rethinking how we approach our bodies, lives and planet."(Huffington Post, 2013).

Salah satu pihak yang sadar akan pentingnya slow living ini adalah Ouur Media, sebuah agensi dan penerbit dalam bidang digital media, yang juga memproduksi majalah Kinfolk. Dengan deskripsinya sebagai "a slow lifestyle magazine", Kinfolk banyak memberikan informasi kepada para pembacanya agar dapat live to the fullest, melalui berbagai hal di sekeliling kita seperti hobi, rumah, makanan, pakaian, lingkungan di sekitar kita (neighborhood), teknologi, desain, dan aspek lainnya yang mampu membuat hidup kita lebih meaningful. Dilihat dari kualitas material majalah maupun kontennya, terlihat wajar memang jika Kinfolk dijual dengan harga yang terbilang mahal. Untungnya, mereka masih berbaik hati untuk membagi beberapa artikel yang ada dibahas dalamprinted copy ke dalam website mereka. Saya sendiri lebih tertarik dengan kolom essay yang seringkali memberikan perspektif baru terkait dengan topik tertentu. Walaupun enggak semua artikel dapat diakses secara gratis, masih cukup banyak essay menarik yang bisa dibaca.



• Travelettes 
Beberapa kali mengunjungi travel website atau blog, ternyata hanya Travelettes yang bisa membuat saya untuk setia dari empat tahun yang lalu. Mungkin karena postingannya yang enggak hanya ditulis berdasarkan perjalanan yang dilakukan oleh para tim Travelettes, tetapi juga dari para pembaca mereka, sehingga destinasi dan artikelnya pun sangat bervariasi dan enggak membosankan. Mulai dari travel guide di lima benua, pemilihan sepatu yang nyaman untuk tipe destinasi yang berbeda, rekomendasi tempat - tempat yang off the beaten track, ide kado yang paling tepat buat different types of traveler, sudut pandang para perempuan di seluruh penjuru dunia tentang makna perjalanan, hingga rekomendasi roadtrip playlist, buku dan film. I warn you, though, this website may contain images that will increase your wanderlust and cause an impulsive behaviour that leads to buy airline tickets! :p






• Tumblr 
Ada masa dimana saya sering menyimpan foto - foto yang saya temukan dari internet simply because they bring a spark of happiness every time I saw them on my computer. Tapi sejak beberapa tahun ini saya enggak perlu lagi menambah folder di laptop saya karena udah ada Tumblr yang menjadi tempat untuk menyimpan berbagai foto dan quote favorite saya. Dengan koleksi foto - foto yang sebagian besarnya very hipster and look magical, kayanya mudah banget menemukan inspirasi disini. Makanya enggak heran kalau Tumblr juga jadi salah satu website yang pertama kali saya cari buat referensi di saat saya ingin bereksperimen dengan fotografi atau butuh ide buat outfit. Enggak hanya itu, melalui Tumblr saya juga jadi banyak mengetahui dreamy places yang mengingatkan saya dengan buku dongeng dan film yang sering saya lihat ketika masih kecil. Bahkan saya sempat traveling ke beberapa desa di Inggris, yang informasinya saya dapatkan di Tumblr. Beberapa Tumblr favorite saya adalah misswallflowerallthingssoulfulcloudedcamera. Kalau kamu mau lihat lebih banyak Tumblr yang sering saya reblog, bisa langsung buka Tumblr saya di http://nazuraaa.tumblr.com.



December 16, 2015

#ROH 15 : Delete The Negative

Entah sejak kapan saya mulai menyadari bahwa walaupun jumlah teman saya semakin banyak dari tahun ke tahun, inner circle saya justru semakin lama semakin menyusut. Tapi bukannya merasa sedih, saya malah merasa senang. Karena ternyata memang lebih baik memiliki sedikit namun dapat memberikan banyak kebahagiaan dan dampak positif ke saya, daripada jumlah yang banyak namun diisi dengan drama dan hal - hal negatif lainnya. Seperti kata Chelsea Islan, "Sometimes your circle decreases in size, but increases in value. Have less but the best."

Ada beberapa orang yang dulunya pernah memiliki hubungan yang bisa terbilang dekat dengan saya, tetapi karena suatu kondisi (jarak, prioritas dan kegiatan) akhirnya memaksa kami untuk menjauh. Namun ada juga yang memang secara sengaja saya buatkan dinding pembatas untuk memberikan jarak antara saya dengan mereka. Bukannya bermaksud sombong atau menjadi orang yang picky dalam berteman, tetapi karena pengalaman saya yang dulunya sempat mempertahankan orang - orang ini dan kemudian menyadari bahwa keberadaan mereka justru mengurangi kebahagiaan dalam diri saya. Mereka adalah orang - orang yang seringkali membuat saya harus meminta maaf untuk meredam perselisihan yang sebenarnya bukan berasal dari kesalahan saya; memprioritaskan kepentingan mereka dibandingkan diri saya karena enggak bisa menolak padahal saya sadar bahwa orang tersebut hanya ingin memanfaatkan kebaikan saya; menghadiri acara kumpul bersama agar menjaga "silaturahmi" yang sebenarnya saya sendiri enggak merasa nyaman berada di sekitar mereka; meluangkan waktu berjam - jam hanya untuk mendengarkan keluhan atau drama kehidupan tentang hal yang bertentangan dengan hati saya. Selain itu, saya juga semakin mengurangi intensitas bertemu dengan orang - orang yang terlalu sibuk mengurusi kehidupan orang lain. Kalau hanya sekedar berbagi informasi tentang kabar si A atau si B sih enggak masalah yaa, tapi kalau udah membahas tentang keburukkan seseorang apalagi jika orang tersebut enggak ada keterkaitannya dengan hidup saya atau berpotensi untuk mengganggu saya, I would much rather go to bed than have meaningless conversations like that.Bukannya sok suci atau sok baik ya, tapi beneran deh, setiap kali mendengar pembicaraan seperti itu, rasanya langsung ada aliran negatif yang masuk ke dalam pikiran dan hati saya.


What I'm trying to say, is that you don't have to be afraid of losing some people who bring negativity into your life. Lebih baik kehilangan orang - orang tersebut daripada kehilangan jati diri dan kebahagiaan diri sendiri. Enggak usah takut merasa kesepian atau enggak punya teman, karena justru dengan melepas mereka, kalian akan mendapatkan orang - orang yang lebih baik, yang menghargai dan memberikan lebih banyak kebahagiaan ke kalian :)
Respect yourself enough to walk away from anything that no longer serves you, grows you, or makes you happy.  
(@thegoodquote)

December 13, 2015

#ROH 14 : Tweedehands

Seiring berjalannya waktu, saya semakin sadar bahwa niat dan passion itu enggak cukup untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan tanpa adanya fokus dan komitmen. Kedua hal inilah yang belum saya miliki ketika menjalankan sebuah mimpi kecil saya, Tweedehands. Yang awalnya semangat banget menjalankannya sampai hampir setiap hari memposting foto, dan akhirnya beberapa bulan ini malah sama sekali enggak tersentuh karena kehilangan fokus dan semangat. Sejujurnya, selalu ada rasa bersalah setiap kali melihat baju dan beberapa barang lainnya yang sengaja saya pisahkan untuk dijual, namun tergeletak begitu saja tanpa difoto dan ditunjukkan ke website maupun instagram. Bahkan beberapa kali sempat ditanyakan kapan Tweedehands menjual barang lagi, tapi pertanyaan – pertanyaan tersebut enggak mampu menggerakkan hati saya. Sampai akhirnya saya menemukan semangat untuk kembali menjalani Tweedehands di beberapa minggu terakhir ini. Namun sayangnya, rasa semangat ini baru ada lagi justru sebelum Tweedehands akan kembali dinonaktifkan sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan :(

Padahal melalui Tweedehands ini, saya bukan hanya mendapatkan kesenangan dari thrifting yang memang sudah menjadi hobi saya sejak lama, tetapi juga mendukung saya untuk hidup lebih sederhana dan terorganisir dengan declutter lemari saya. Semenjak saya mengetahui betapa menyenangkannya saat melihat orang lain bisa menggunakan barang - barang yang tersimpan di lemari pakaian saya selama berbulan - bulan bahkan bertahun - tahun tanpa sekalipun terpakai, saya enggak lagi merasa tega dengan barang - barang yang memang udah enggak cocok atau udah bosan karena dulunya terlalu sering dipakai oleh saya. Kebahagiaan lainnya yang saya dapat ketika menjalani Tweedehands ini adalah kesempatan untuk mengadakan photo session bersama teman - teman dekat saya, yang memang udah sering saya lakukan sejak jaman kuliah dulu. Biasanya "model langganan" saya adalah Sari dan Ica, yang bukan hanya berbakat untuk menjadi model, tapi juga membuat sesi foto - foto ini menjadi lebih fun karena diselingi dengan obrolan dan canda tawa. 

Yaa, semoga aja beberapa tahun mendatang saya bisa kembali menjalani Tweedehands dengan lebih fokus dan konsisten sehingga mimpi kecil saya ini mampu berkembang dan mendatangkan lebih banyak kebahagiaan bagi saya dan banyak orang :')

Rabu, 16 Desember 2015

semoga bermanfaat

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang"
(Imam Syafi'i ). Semangat buat semuanya! :)

Rabu, 09 Desember 2015